“Lo itu ibarat kacang lupa sama kulit. Apa gue harus minta sama Tuhan untuk mengambil semua yang udah lo miliki sekarang? Supaya lo sadar apa yang lo miliki sekarang ga lebih berarti dari seorang sahabat”
Menjatuhkanku dari tahta kesombongan yang membuatku lupa akan siapa aku sebelumnya.
Jena berdiri mematung didepanku dengan napas tersengal akibat perpaduan marah dan lega karena unek-uneknya telah berhasil ia tumpahkan tepat didepan wajahku.
Jantungku sesak, lidahku kelu, otakku berpikir keras mencari kata-kata yang tepat untuk membela kesombonganku, aku ingin tetap berkacak pinggang didepan sahabatku ini. Tapi aku tidak berhasil. Hatiku luluh seketika. ”Maafin gue Jena... gue sadar, gue ga akan sesukses ini tanpa support dari lo”
Terinspirasi dari Sadarkan Aku-nya Last Child.
Maafkan aku teman bila ku telah lupa siapa diriku
Yang bukan apa-apa tanpa dirimu
Yang meninggikan aku dengan bahumu.
Teruntuk sahabat-sahabatku yang terbaik se-alam raya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar