Sesederhana apapun cerita hidup yang kita alami, akan menjadi sebuah cerita menarik bagi orang lain apabila kita pandai mengolah kata saat menceritakannya.
Lomba Menulis #BerguruPadaTokohMuslim - Taburi Harimu Dengan Salam
Oleh : @Amad_Kocil
Afsus Salam Bainakum
"Tebarkanlah salam diantara kalian”
(mahfudzot)
Dear brotha and sistah seiman & setaqwa...
Tahu ga sih dahulu kala ada seorang sahabat Rosululloh SAW bernama Abu Bakar Ashidiq As, beliau memiliki kebiasaan yang bisa di bilang sangat unik. setiap pagi beliau pergi ke pasar, bukan untuk belanja ataupun berjualan, tapi sekedar menyapa orang-orang yang ada di pasar dengan ucapan
"assalamu'alaikum" dan itu dilakukannya semata-mata hanya karena beliau ingin
dekat dengan Alloh Swt.
Sebagaimana yang pernah disabdakan oleb Rosululloh Saw :
"Orang yang paling dekat dengan Alloh Swt adalah orang yang memulakan memberi salam"
Bayangin kalau pada zaman sekarang kita melakukan kebiasaan persis seperti yang dilakukan oleh sahabat nabi diatas, tentu ini akan beresiko disebut orang gila. Karena tentu saja beda zaman pasti beda pola pikir.
Bisa ga sih kita ngelakuin kebiasaan seperti itu?
Bisa! Tentu saja bisa, tenang aja... keep calm and stay cool, tidak perlu resah gelisah dan gundah gulana. Islam itu flexible koq. Apa sih susahnya ngucapin ”assalamu’alaikum”? Kalimat tersebut bisa diucapkan sambil jalan, duduk, tiduran, bahkan sambil jungkir balik pun bisa. Salah satu ibadah yang paling mudah, simple dan praktis namun mengandung kebaikan yang begitu besar didalamnya. Mendoakan keselamatan kepada sesama muslim lalu didoakan kembali apabila yang diberi salam menjawab salam tersebut. Tapi kebaikan ini terasa susah karena adanya gengsi, takut di bilang sok alim, atau takut mendapat komentar jeger dari teman-teman seperti ”cee..ilehh.. gaya lo kayak yang bener aja pake ngucapin assalamu’alaikum segala” lalu keesokan harinya kamu mengganti ucapan salam tersebut dengan ”selamat pagi”, ”selamat siang”, ”selamat sore” atau yang lebih keren ”how are you today?”
Helloo.....!
Hari gini masih mikirin komentar orang lain, ga penting kelesss...
Yang penting itu adalah mikirin kebaikan untuk diri sendiri lalu secara perlahan menularkan kebaikan itu kepada orang lain.
Tidak perlu menyuruh orang lain untuk mengucapkan salam. Cukup memberi contoh dengan memulakan memberi salam. Kalau masih ragu atau gengsi, bisa dibiasakan sambil bersenda gurau atau sambil ber ”haha-hihi” ria bersama teman-teman kamu. Mudah kan? Tenang aja, dengan cara seperti demikian tidak ada orang yang bakal nganggap kamu gila.
Satu kali salam sama dengan satu kebaikan. Kalau mengucapkan salam kepada sepuluh orang berarti sepuluh kebaikan. Sekarang kamu bayangkan, semua tempat yang kamu kunjungi setiap hari, rumah, sekolah, kampus, tempat kerja, puluhan atau mungkin ratusan orang kamu beri salam, ditambah senyum manis kamu lalu berjabat tangan, berapa kebaikan yang didapat? Banyak bingiittss..!! Asalkan kamu melakukannya dengan tulus dan ihklas, semata-mata hanya karena mengharap Ridho Alloh Swt.
So, mulai hari ini, detik ini, jadilah pelopor kebaikan dimanapun kamu menginjakan kaki. Percayalah, selalu ada kebaikan dalam setiap ketulusan.
Salam :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar