Sesederhana apapun cerita hidup yang kita alami, akan menjadi sebuah cerita menarik bagi orang lain apabila kita pandai mengolah kata saat menceritakannya.

Catatan Gue : Dedicated to Koplak Rangers



"Tentang Kami"
oleh : Ahmad Soleh Saefi Al-Buchori

Kami bukan sebuah genk
kami hanya sekumpulan orang yang menjadi satu
rapat dan lekat seperti kuku yang menempel pada jari-jari tangan
yang apabila salah satunya terkelupas
maka setiap inchi dari tubuh kami akan merasakan
luka dan perih yang sama
karna kami adalah SATU.


Kami bukan manusia sempurna
kami hanya manusia biasa yang terlahir dengan
segala kekurangan dan keterbatasan
tapi kemudian dalam diri kami,
Tuhan menyematkan sebagian kebesaran-Nya
yang membuat kami tidak lagi merasa kurang,
yang membuat kami tidak lagi merasa kerdil,
yang membuat hidup kami seolah tak terbatas,
sebagian kecil itu adalah HATI.

Kemudian lagi Tuhan mengirimkan para malaikat kecilNya,
yang membuat kami merasa sempurna,
para malaikat kecil itu adalah SAHABAT.

******************************************************************************
Suatu malam, disaat gue ngerasa jenuh dengan hidup gue,
penat dan sesak oleh berbagai macam permasalahan
yang terus mendera,
namun secara perlahan satu persatu dari mereka hadir dalam hidup gue,
bikin gue punya pandangan baru tentang hidup gue,
ngajarin gue bagaimana seharusnya ngejalanin hidup.
maka lahirlah catatan gue seperti dibwah ini.....

Gelap, sunyi, sepi, senyap....
lagi dan lagi... gemercik air menemani kebisuanku
bersama angin malam yang senantiasa
menghembuskan sejuknya
begitu berirama dan  kian menyatu dengan detak jantungku
menyadarkanku bahwa malam ini aku sendiri
tidak... tidak hanya malam ini, tapi setiap malam,
setiap hari, jam, menit, detik, bahkan dalam setiap hembusam napasku
aku selalu merasa sendiri....
namun mulai saat ini,
aku tidak lagi merasa sendiri
karena kehadiran mereka
aku seperti memiliki seluruh alam semesata beserta isinya

hanya kalian...
tempat aku berpijak ketika keramaian mulai meninggalkan aku
tempat aku berkeluh kesah ketika manis berubah menjadi pahit
tempat aku berdiri tegak ketika yang lain terjatuh
melalui kalian pula Tuhan memberiku kekuatan
untuk melayari samudera kehidupan
hingga tiba waktunya
ketika Tuhan memanggilku kembali ke keperaduan,
kembali padaNya

Aku terlahir karena takdir
kemudian aku menangis diatas tangan-tangan yang mendekapku
bukan, aku menangis bukan karena aku takut pada dunia
tangisanku adalah isyarat
tangisanku adalah bahasa
aku ingin mengatakan pada mereka
bahwa AKU AKAN MENAKLUKAN DUNIA

Aku dapat berdiri tegak bukan karena aku sempurna
tidak mudah bagi untuk menaklukan dunia
tapi sekarang Tuhan telah mengirimkan kesempurnaan itu padaku
hingga tak ada lagi keluh kesah yang tak dapat aku lewati
hingga tak ada lagi kata letih yang terucap dari mulut ini
maka aku kembali berteriak dengan lantang
AKU SIAP MENAKLUKAN DUNIA

Kau tau kawan?
kesempurnaan itu adalah kalian,
tanpa kalian aku adalah kosong,
tanpa kalian aku dalah rapuh,
kekuatanku adalah kalian,
sahabatku.....

namun kini...
duniaku seolah telah binasa
aku tidak mampu lagi mengecap rasa pahit ataupun manis,
mungkin aku telah kehabisan bumbu kehidupan
hingga semuanya terasa hambar
bahagiaku terkikis habis tak tersisa
tawaku tak lagi terukir dalam kanvas kehidupanku
senyumku memudar seperti memudarnya warna kain yang usang termakan waktu

biarlah semuanya menjadi kepingan kisah tak berjudul

jika suatu hari nanti aku menghilang
tolong ingat aku bahwa aku pernah berada disini bersama kalian
jika nanti aku tidak ada lagi disamping kalian
tolong ingat aku bahwa aku masih menjadi bagian dari kalian
jika kelak Tuhan memanggilku untuk kembali padaNya
tolong kenang aku sebagai sahabat yang baik
jangan lupakan aku.
kisah kita akan terus melaju seperti kereta
yang terkadang harus berhenti disuatu tampat
kemudian melaju lagi, terus dan terus melaju
hingga kita sampai di perhentian terakhir,
Yaitu kematian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar