Sesederhana apapun cerita hidup yang kita alami, akan menjadi sebuah cerita menarik bagi orang lain apabila kita pandai mengolah kata saat menceritakannya.

#KampusFiksi 10 Days Writing Challenge

Day 1: Jelaskan Tipe Pasangan Idaman Kamu

Halo, gaes! Dalam rangka meramaikan tantangan menulis dari Momon akun twitter @kampusfiksi, izinkan saya menyampaikan satu-dua kata (walau nyatanya lebih dari dari seratus kata).

Sebenarnya saya sudah familiar dengan pertanyaan seperti ini. Entah sudah berapa banyak teman yang bertanya tentang perempuan idaman saya. Saya hanya menjawab dengan singkat, “Relative, kok. Cantik seperti Raisa dan solehah seperti Khadijah. Dan yang lebih penting, perempuan itu mau jadi kekasih saya.” Kalimat terakhir selalu saya ucapkan dengan tegas. Tahu kenapa? Karena secantik dan sebaik apa pun seorang perempuan, kalau dia tidak mau dengan saya ya buat apa?

Demi Momon yang tampannya setara dengan Pasha Ungu, saya akan menjawab tantangan pertama ini dengan rumus menghitung luas sebuah kotak; panjang kali lebar.

Saya tidak tampan, jauh juga dari mapan. Tapi tidak haram kan kalau saya memiliki kriteria khusus untuk pasangan? Wanita idaman saya sebenarnya tidak jauh beda dengan pria-pria lain di luar sana. Hanya saja, detail dan alasannya saja yang berbeda. This is it!

1. Harus menarik. Gaes, catet ya, menarik! Bukan cantik. Lha, bedanya apa? Jelas  beda. Cantik hanya bisa dilihat dari satu sisi. Yaitu fisik, terutama wajah. Kalau menarik bisa dilihat dari berbagai sisi. Penampilan, gestur, pola berpikir, dll. Sifat cantik bisa luntur dilibas umur, sifat menarik takkan punah sampai raga bau tanah #halah. So, menjadi menarik itu penting. Penting banget!

2. Setelah menarik tentu harus solehah. Lelaki mana yang nggak mau dapat pasangan solehah, coba? Ah, jangan ditanya. Semua laki-laki pasti idem dengan nomor dua ini. Apalagi bagi saya yang levelnya bukan lagi mencari kekasih liar (baca: pacar), dalam tuntutan umur yang kian bertambah, level saya sudah seharusnya mencari kekasih halal. Bayangan rumah tangga yang harmonis dalam konsep islami sangat penting untuk direalisasikan. Tapi , ya ini sekadar bayangan. Yuk, bantu aminkan, semoga terwujud hehee….

3. Harus pintar. Kriteria nomor tiga ini sangat perlu untuk memastikan anak-anak saya kelak akan tumbuh di tangan yang tepat.

4. Terakhir, ini yang paling penting di antara tiga nomor di atas. Tanpa point ini, kriteria-kriteria di atas tidak akan berguna. You know what? Keriteria perempuan yang saya sebutkan di atas tadi, bisa jadi pasangan saya kalau dia mau dengan saya. Kalau tidak, masa iya harus dipaksa. Perkara, cinta bertepuk sebelah tangan? Ah, saya sudah terlalu kenyang dengan pengalaman semacam itu. Gaes, mencintai tanpa dicintai itu sakit. Sakit banget. Sebagus apa pun perempuan idaman kita, kalau dia tidak mau sama kita, ya mau diapain? Move on! Tinggalkan! Cari yang mau! Maka tidak salah kalau point terakhir ini menjadi point terpenting. Intinya, cari yang mau aja wiss…. Tidak usah muluk-muluk. Inget umur.

Nah, sekian penjelasan ‘singkat’ tentang tipe pasangan idaman saya. Jadi, buat kamu, iya, kamu, yang punya pacar tidak jelas, atau kamu yang lagi suka sama lelaki tapi lelaki itu tidak mau, atau kamu yang bingung karena kelamaan jomblo, atau kamu yang baru saja diputusin pacar, atau siapa pun perempuan yang sedang bersedih, pundak saya siap sedia 24 jam nonstop. Ya, barangkali kita bisa merajut kisah bersama. Siapa tahu, kan? Ah, ini apa jadi malah cari jodoh. *dikeplak Momon*

2 komentar:

  1. nyari yang mau susah ya bang dari pada tiga kriteria teratas.. kwkwkwkw.. peace.. bercanda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emnn... Gmn ya, agak nganu sih.
      Aku merasa bertanggung jawab terhadap perempuan yang jadi pasanganku kelak. Jadi sebisa mungkin tidak akan membawa dia ke dalam kehidupan yang susah. :D

      Hapus