Oleh: Amad Kocil
Dulu, dulu sekali, ketika
melintas di jalan raya, saya sering melihat rombongan sepeda motor dalam jumah
besar dengan aksesoris yang hampir sama. Jaket, stiker, logo hingga jenis motor yang mereka kendarai. Semua tampak
seragam. Pergerakan mereka pun begitu berirama. Seperti ada rantai pengikat
antara motor satu dengan motor yang lainnya. Terlebih ketika saya melihat
pengendara motor yang berada di posisi paling depan. Sesekali ia menggerakkan
tangan, bahkan kaki, lalu diikuti oleh rekannya di belakang. Kompak sekali.
Ah, saya langsung membayangkan
seandainya saya ada di dalam rombongan itu, seandainya saya menjadi salah satu
dari mereka, tentu akan senang sekali rasanya. Saya menduga, tempat-tempat yang
mereka kunjungi pasti bukan tempat biasa. Selain jauh, pasti istimewa dan
syarat akan keindahan alam.
Belakangan saya tahu,
pemandangan yang saya lihat itu disebut rombongan touring. Konon katanya, hubungan kekeluargaan pelaku touring ini begitu kental. Perlahan,
saya mulai tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang hal itu. Bahkan kalau
bisa, dan kalau ada kesempatan, saya ingin seperti mereka. Melakukan perjalanan
jauh dengan mengendarai sepeda motor. Di mana dalam setiap putaran rodanya selalu
ada kebersamaan, hingga melahirkan status kekeluargaan.
Dan akhirnya, bertahun-tahun
kemudian, Tuhan mengabulkan doa saya.
*************