Oleh : @Amad_Kocil
“Boneka badut itu lucu ya, Nya? Dia bisa menghibur semua pengunjung di sini, termasuk gue,” celoteh Indri.
Anya hanya tersenyum sinis tanpa mengalihkan matanya, sebatang pulpen yang terselip di jarinya menggores tajam di atas buku di tangannya. Perasaannya berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan Indri barusan.
”Lo masih benci sama badut itu, Nya?” tanya Indri, seolah tahu arti dari senyum Anya, ”sudah lewat satu minggu, harusnya lo bisa melupakan kejadian itu.”
Anya masih bergeming, tak acuh terhadap